TLKM versus PBB dalam EKM
Kawan,
Segala sesuatu yang direncanakan bisa terjadi dengan perubahan tanpa terduga. ^^ Salah satu buktinya adalah pertemuan Komunitas EKM dengan Bidang Liturgi dan Bidang Kaum Muda gereja. Apa yang terjadi? Sedahsyat apa pertemuan itu? Kisah ini dibaca bukan utk “ditonton” lho,,,harapku semoga ada saran, dukungan atau apapun jua yang bersifat membangun kemajuan EKM.
Halus namun penuh depensif. Begitulah kira2 pertemuan kemarin malam antara Komunitas EKM dgn Bidang Liturgi dan Kaum Muda. Komunitas EKM mengundang mereka buat 3 hal: sosialisasi PBB(Pendampingan Berkembang Bersama) yang ditawarkan Komunitas EKM, sosialisasi TLKM(Tim Liturgi Kaum Muda) yang ditawarkan Bidang Liturgi dan Kaum Muda serta keputusan Komunitas EKM terhadap tawaran mereka.
Pertemuan kemarin cukup a lot. Sempat Komunitas EKM dianggap mengecewakan, dianggap bodoh berliturgi, gaweannya maen2 doang, cekak cekikan aje, dll. ^^ Sakit deh dengernya saat itu. Kami terima semuanya namun kami juga memberi realitas yang sebenarnya agar mereka dan kami bisa sama2 koreksi diri. Komunitas EKM dianggap salah pandangan terhadap TLKM, wah,,,,benarkah begitu?^^ Mungkin jika pernyataan ini disampaikan sebelum pertemuan sabtu lalu, kami masih memakluminya, namun setelah sabtu kemarin, ternyata kami ga salah persepsi tuh tentang TLKM. ^^
Nah,,,.kami, komunitas EKM, kaget ketika bidang liturgi membuat TLKM sebagai OPSI pertama! Komunitas EKM baru tahu itu saat itu jua. Huhuhuhu,,,kurang fair juga OPSI kedua ga mereka buat secara tertulis, cuma di cuap2 aja. Padahal dipertemuan sebelumnya cuma ada dua solusi: TLKM atau PBB. Ekh ekh,,,ternyata kemarin malah ada yang ketiga! Huhuhuhu
Kawan,
Yang perlu diingat bahwa Hanya ROMO PAROKI yang BERHAK membubarkan Komunitas EKM. So, JANGAN MPE SALAH DUGA Lho,,,EKM tidak bubar! Hanya saja civitas ekm yang ada sekarang ini akan mengundurkan diri bila TLKM dijalankan! Nah,,,jelas, bukan?! Hehehehehe
Disamping TLKM dan PBB, mereka mengusulkan pendampingan pula dimana ada bbrp hal yang mereka kasih rambu2! Come on, knapa ya mereka memunculkan opsi lain? Bukankah opsi itu serupa dengan PBB kami? Ataukah ini bentuk ketidakterimaan mereka terhadap usulan kami? Apakah mereka maunya usulan mereka yang kami setujui? Apakah ini suatu bentuk “ga mau ngalah”?? Ga usah dijawab, kawan,,,,Positif thinking aja, ok? ^^
Kami pada prinsipnya sependapat ma mereka bahwa ada hal yang harus dibenahi dalam EKM, namun sarana/alatnya aja yang berbeda! Ingat, SARANA/ALAT lho,,,bukan tujuannya. Roh kudus ternyata bekerja dengan indah nian saat itu. TLKM dan PBB sama2 punya tujuan yang baik. Nah, kami merasa TIDAK NYAMAN dengan TLKM namun bukan berarti kami MENJELEK2AN lho,,, Kami bersikap memberikan kesempatan buat bidang liturgi dan kaum muda utk menjalankan TLKM dalam EKM. Monggo,,,semua demi kemajuan EKM juga kok. Namun, ternyata masih terjadi tarik ulur pada mereka. Intinya, mereka “sayang” jika kami mundur dari EKM…namun mereka juga kecewa ma sikap kami yang mundur dari EKM JIKA TLKM terbentuk. Lha,,,kami sudah kasih kesempatan buat mereka, ekh malah mereka “goyah”.
Bagi kami, PBB lebih efektif dari TLKM dan bagi mereka sebaliknya. Tapi mengapa ketika kami mencoba mengalah malah ada opsi ketiga yang muncul,,,,
Apakah mereka juga ga yakin 100% ma TLKM??
Akhirnya, mereka janji akan kasih draft opsi ke 2 mereka besok senin utk dicermati lagi.
Seminggu kemudian akan ada perjumpaan lagi. So, hingga detik ini kami BELUM/TIDAK undur diri dari komunitas EKM. ^^
Kawan, cerita ini belumlah selengkap2nya. Mungkin masih ada kebingungan dan ketidakjelasan dalam cerita ini, harap maklum. Huhuhu,,,,,
Namun, dibalik semuanya ini ada sesuatu yang sungguh berharga bagi kami semua. Ini menurut aku lho,,,Tidak mudah buat mengesampingkan ego, namun ketika itu terjadi maka nikmat yang didapat. Aku pribadi bangga banget ma anak2 EKM yang tabah, tegar namun punya prinsip yang kokoh.namun bukan keras kepala. ^^v Meski beda sarana,namun bidang liturgi dan kaum muda peduli pada kemajuan EKM. Sip tenan,hehehehe
Meski kami beradu argumen (bukan asal ngomong ngalor ngidul), namun kami tetap masih menjunjung sportivitas. Ga saling benci, namun berusaha mencari titik temu. ^^v Roh Kudus sungguh bekerja. Thks God.
Kami semua, baik komunitas EKM, bidang liturgi dan kaum muda layak bersyukur karena kami sepakat utk berpikiran maju kedepan. Tiada perlu saling menyalahkan. Mari bersama berbuat terbaik bagi pelayanan komunitas EKM. Cayowwww,,,,,,,,
Salam dan doa